Modul Olimpiade IPA SD — Bab 11
Coba keluar rumah pada malam yang cerah, lalu tengadahkan kepalamu. Ada ribuan titik cahaya di sana. Sebagian besar adalah bintang — matahari-matahari lain yang jaraknya tak terbayangkan jauhnya. Beberapa titik yang cahayanya tidak berkedip ternyata bukan bintang, melainkan planet: tetangga kita sendiri.
Yang menakjubkan, semua benda itu tidak diam. Semuanya bergerak, dan gerakannya mengikuti aturan yang bisa kita hitung — bahkan bisa diramalkan bertahun-tahun sebelumnya. Gerhana Matahari yang terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016, misalnya, sudah diketahui tanggalnya jauh-jauh hari.
Bab ini mengajakmu mengenali isi tata surya, memahami mengapa semuanya bergerak seperti itu, dan menjelaskan berbagai pemandangan langit yang sering kita saksikan.
Tata surya adalah kumpulan benda langit yang beredar mengelilingi Matahari. Anggotanya meliputi delapan planet, planet kerdil, satelit alami, asteroid, komet, dan meteoroid.
Urutan planet dari yang terdekat: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
Matahari adalah sebuah bintang — bola plasma raksasa yang sangat panas, bukan benda padat maupun cair. Dua unsur penyusun utamanya adalah hidrogen dan helium.
Lapisannya dari dalam ke luar: inti (tempat reaksi fusi), fotosfer (permukaan yang kita lihat), kromosfer, dan korona.
Ingat! Energi Matahari berasal dari reaksi fusi, yaitu penggabungan inti-inti hidrogen menjadi helium. Bukan fisi, dan bukan pemecahan helium menjadi hidrogen. Perhatikan baik-baik arah reaksinya pada pilihan jawaban, karena pengecohnya sering berupa arah yang dibalik.
Merkurius adalah planet terdekat dari Matahari sekaligus yang terkecil. Karena hampir tidak punya atmosfer, panas siangnya langsung hilang saat malam — suhunya berayun sangat ekstrem.
Venus disebut bintang fajar atau bintang senja, karena tampak sangat terang menjelang Matahari terbit atau sesudah Matahari terbenam.
Ingat! Planet terpanas adalah Venus, bukan Merkurius. Merkurius memang lebih dekat ke Matahari, tetapi Venus punya atmosfer karbon dioksida yang sangat tebal sehingga panasnya terperangkap. Inilah efek rumah kaca. Suhu permukaan Venus mencapai sekitar 465 °C.
Bumi dijuluki planet biru karena sebagian besar permukaannya tertutup air. Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui memiliki kehidupan, dan punya satu satelit alami: Bulan.
Mars dijuluki planet merah. Warna itu bukan karena Mars panas, melainkan karena permukaannya kaya mineral besi yang teroksidasi — berkarat. Mars punya dua satelit kecil, Phobos dan Deimos.
Keempat planet luar disebut kelompok planet gas: Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Urutkan suhu keempat planet berikut dari yang paling dingin: Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter.
Pembahasan:
Langkah 1 — mulai dari yang paling jauh. Saturnus lebih jauh dari Jupiter, jadi Saturnus lebih dingin.
Langkah 2 — bandingkan planet raksasa dengan Merkurius. Merkurius jauh lebih dekat ke Matahari, sehingga lebih hangat daripada Jupiter maupun Saturnus.
Langkah 3 — di mana Venus? Meskipun letaknya di belakang Merkurius, Venus paling panas karena efek rumah kaca.
Jawaban: Saturnus – Jupiter – Merkurius – Venus.
Menurut kesepakatan para astronom (IAU), sebuah benda langit disebut planet jika memenuhi tiga syarat:
Perhatikan bahwa alasan "ukurannya kecil" atau "jaraknya jauh" bukan syarat resmi — keduanya hanya pengecoh.
Satelit alami adalah benda langit yang mengelilingi sebuah planet. Bulan adalah satelit alami Bumi.
Ingat! Di antara semua satelit, hanya Titan (satelit Saturnus) yang punya atmosfer tebal, dan atmosfernya sebagian besar berupa nitrogen — mirip Bumi. Bulan, Ganymede, dan Callisto tidak punya atmosfer berarti.
Satelit Galilean adalah empat satelit besar Jupiter yang ditemukan Galileo Galilei pada tahun 1610: Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.
Ingat! Titan milik Saturnus dan Triton milik Neptunus. Keduanya sering diselipkan ke dalam daftar satelit Galilean sebagai pengecoh.
Adapun jumlah satelit terbanyak dimiliki oleh Saturnus, disusul Jupiter. Mars hanya punya dua, dan Bumi hanya satu.
Di tata surya ada dua kawasan besar yang berisi benda-benda langit kecil:
Komet tersusun dari es, debu, dan gas beku — karena itu ia sering dijuluki "bola salju kotor". Bagiannya meliputi inti (nukleus), koma (selubung gas di sekelilingnya), serta ekor.
Ingat! Ini berarti ketika komet sedang bergerak menjauhi Matahari, ekornya justru berada di depan arah geraknya.
Rotasi adalah gerak berputar pada sumbunya sendiri. Bumi berotasi sekali dalam satu hari (± 24 jam), dari arah barat ke timur.
Revolusi adalah gerak mengelilingi benda lain. Bumi berevolusi mengelilingi Matahari sekali dalam satu tahun (± 365¼ hari).
Akibat rotasi: pergantian siang dan malam, gerak semu harian Matahari (terbit di timur dan terbenam di barat), perbedaan waktu antardaerah, serta perbedaan percepatan gravitasi di berbagai tempat.
Akibat revolusi: pergantian musim, gerak semu tahunan Matahari, perbedaan lama siang dan malam, serta perubahan rasi bintang yang terlihat sepanjang tahun.
Ingat! Pergantian musim terjadi karena sumbu Bumi miring 23,5°, bukan karena jarak Bumi ke Matahari berubah. Buktinya, Bumi justru paling dekat ke Matahari pada bulan Januari — saat belahan utara sedang musim dingin.
Hukum Kepler I: lintasan setiap planet berbentuk elips, dengan Matahari berada di salah satu titik fokusnya — bukan tepat di tengah.
Titik terdekat planet ke Matahari disebut perihelion, dan titik terjauhnya disebut aphelion.
Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri; ia hanya memantulkan cahaya Matahari. Separuh permukaannya selalu terang, tetapi bagian terang yang menghadap ke Bumi berubah-ubah seiring peredarannya.
Urutannya: bulan baru → sabit awal → paruh awal → cembung awal → purnama → cembung akhir → paruh akhir → sabit akhir, lalu kembali ke bulan baru. Satu siklus penuh berlangsung sekitar 29,5 hari.
Ingat! Awal bulan pada kalender Hijriah ditandai munculnya sabit muda yang terlihat sesudah fase bulan baru — bukan fase bulan baru itu sendiri, karena saat bulan baru tidak ada bagian terang yang menghadap kita.
Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sehingga bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Susunannya: Matahari – Bulan – Bumi.
Jika Bulan sedang berada pada lintasan terjauhnya dari Bumi, gerhana apa yang terlihat oleh daerah yang segaris dengan Matahari dan Bulan?
Pembahasan:
Langkah 1 — jenis gerhana apa dulu? Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, jadi ini gerhana Matahari.
Langkah 2 — apa pengaruh jarak terjauh? Makin jauh Bulan, makin kecil ukuran tampaknya dari Bumi.
Langkah 3 — akibatnya. Bulan tidak sanggup menutupi seluruh piringan Matahari. Bagian tengah tertutup, tetapi tepi Matahari masih terlihat seperti cincin bercahaya.
Jawaban: Gerhana Matahari cincin.
Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi. Susunannya: Matahari – Bumi – Bulan.
Ingat! Cara membedakannya sangat sederhana: siapa yang di tengah, dialah yang tergerhanai. Bulan di tengah → gerhana Matahari. Bumi di tengah → gerhana Bulan.
Gerhana Matahari selalu terjadi saat bulan baru, sedangkan gerhana Bulan selalu terjadi saat bulan purnama.
Gerhana Matahari total adalah peristiwa yang sangat pendek — hanya beberapa menit — tetapi selama itu terjadi banyak hal sekaligus di permukaan Bumi.
Di langit tampak korona, yaitu lapisan terluar atmosfer Matahari yang terlihat sebagai mahkota cahaya keputihan mengelilingi piringan gelap. Korona biasanya tidak terlihat karena kalah terang oleh cahaya Matahari itu sendiri; hanya saat piringannya tertutup penuh ia menampakkan diri.
Pada tumbuhan, hilangnya cahaya membuat fotosintesis berhenti sementara, dan sebagian tumbuhan yang peka cahaya bahkan mengatupkan daunnya seolah malam telah tiba.
Pada hewan, kegelapan mendadak mengelabui jam biologisnya. Burung berhenti berkicau dan kembali ke sarang, jangkrik mulai berbunyi, dan hewan malam seperti kelelawar keluar dari persembunyiannya — lalu kembali bingung ketika beberapa menit kemudian hari terang lagi.
Suhu udara pun turun beberapa derajat, dan angin sering berubah arah. Semua itu terjadi hanya karena bayangan Bulan yang lebarnya tidak sampai ratusan kilometer melintas di permukaan Bumi.
Pasang surut air laut disebabkan oleh gaya tarik Bulan, dibantu gaya tarik Matahari. Pengaruh Bulan lebih besar karena jaraknya jauh lebih dekat ke Bumi.
Besar kecilnya pasang ditentukan oleh sudut antara Matahari, Bumi, dan Bulan — sebab gaya tarik keduanya bisa saling menguatkan atau saling melemahkan.
Pasang maksimum atau pasang purnama terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada segaris, yaitu saat bulan baru dan bulan purnama. Kedua gaya tarik bekerja pada arah yang sama sehingga permukaan laut naik paling tinggi dan turun paling rendah.
Pasang minimum atau pasang perbani terjadi ketika Bulan membentuk sudut siku-siku terhadap garis Matahari–Bumi, yaitu saat bulan separuh. Kedua gaya tarik bekerja pada arah yang berbeda sehingga saling melemahkan, dan selisih pasang surutnya paling kecil.
Karena Bulan mengelilingi Bumi sekitar 29,5 hari, pola pasang maksimum dan minimum ini berulang kira-kira dua kali dalam sebulan.
Ingat! Saat oposisi-lah waktu terbaik mengamati planet luar seperti Mars: jaraknya paling dekat, tampak paling besar dan paling terang, serta terbit kira-kira saat Matahari terbenam sehingga terlihat sepanjang malam.
Kedudukan planet terhadap Bumi menentukan kapan dan bagaimana kita dapat melihatnya.
Planet inferior adalah planet yang orbitnya berada di dalam orbit Bumi, yaitu Merkurius dan Venus. Keduanya tidak pernah terlihat jauh dari Matahari, sehingga hanya tampak menjelang matahari terbit atau sesaat setelah matahari terbenam. Itulah sebabnya Venus dijuluki bintang fajar dan bintang senja — padahal ia bukan bintang sama sekali.
Planet superior adalah planet yang orbitnya di luar orbit Bumi, yaitu Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet-planet ini dapat terlihat sepanjang malam, bahkan tepat di atas kepala pada tengah malam.
Perhatikan ejaannya: nama planet kelima ditulis Yupiter dalam ejaan Indonesia, dan Jupiter dalam ejaan asing. Keduanya menunjuk planet yang sama.
Satu hal lagi yang membedakan planet dari bintang saat diamati: bintang tampak berkelip karena cahayanya datang dari titik yang sangat jauh dan terganggu atmosfer, sedangkan planet tampak bersinar tenang karena piringannya cukup lebar.
Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bimasakti — dalam bahasa Inggris disebut Milky Way. Bentuknya spiral, berisi ratusan miliar bintang.
Ingat! Matahari adalah pusat tata surya, tetapi bukan pusat galaksi. Kedua hal ini sangat sering tertukar dalam soal.
Rasi bintang adalah kelompok bintang yang tampak membentuk pola tertentu bila dilihat dari Bumi. Sejak dahulu nelayan dan petani Indonesia memakainya sebagai penunjuk arah dan penanda musim:
Jarak di antariksa terlalu besar untuk diukur dengan kilometer, sehingga astronom memakai satuan tahun cahaya — yaitu jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun, sekitar 9,5 triliun km.
Cahaya Matahari mencapai Bumi dalam 8 menit 20 detik, sedangkan jarak Matahari–Bumi adalah 1{,}5 \times 10^8 km. Jika jarak bintang Alpha Centauri A ke Bumi adalah 4{,}37 \times 10^{13} km, berapa lama cahayanya sampai ke Bumi?
Pembahasan:
Langkah 1 — ubah waktunya ke detik.
8 \times 60 + 20 = 500 \text{ detik}
Langkah 2 — cari kelajuan cahaya dari data yang sudah lengkap.
v = \frac{1{,}5 \times 10^8}{500} = 3 \times 10^5 \text{ km/detik}
Langkah 3 — pakai kelajuan itu untuk jarak yang ditanyakan.
t = \frac{4{,}37 \times 10^{13}}{3 \times 10^5} \approx 1{,}46 \times 10^8 \text{ detik}
Langkah 4 — ubah ke tahun. Satu tahun kira-kira 3{,}15 \times 10^7 detik, sehingga hasilnya sekitar 4,6 tahun.
Jawaban: Sekitar 1{,}46 \times 10^8 detik, atau kira-kira 4,6 tahun cahaya.
Perhatikan pola pengerjaannya: dari data yang lengkap kita cari besaran perantara (di sini kelajuan cahaya), lalu memakainya untuk menjawab yang ditanyakan.
Kalau kamu perhatikan, hampir seluruh isi bab ini bersandar pada satu gaya yang sama: gravitasi.
Gravitasi Matahari menahan delapan planet agar tidak melesat ke kegelapan. Gravitasi Bumi menahan Bulan dan satelit-satelit buatan. Gravitasi Bulan menarik air laut sehingga terjadi pasang surut. Bahkan bentuk bulat planet-planet pun hasil kerja gravitasinya sendiri.
Jadi ketika kamu bertemu soal tata surya, coba tanyakan dua hal: siapa menarik siapa, dan siapa berada di antara siapa. Dua pertanyaan itu saja sudah cukup untuk membuka sebagian besar kuncinya.