Modul Olimpiade IPA SD — Bab 3
Coba pikirkan pagi harimu tadi. Kamu bangun, mencuci muka dengan sabun yang terasa licin. Sarapan nasi dan telur. Mungkin minum teh manis. Ibu di dapur memeras jeruk yang rasanya masam. Roti di meja mengembang karena semalam diberi ragi.
Tanpa kamu sadari, kamu baru saja melewati selusin peristiwa kimia. Sabun yang licin, jeruk yang masam, nasi yang mengandung amilum, telur yang mengandung protein, roti yang mengembang — semuanya punya penjelasan kimia yang bisa kamu pahami.
Bab ini akan mengajarimu membaca peristiwa-peristiwa itu. Kamu akan bisa menguji makanan dengan reagen, membedakan asam dan basa tanpa mencicipinya, membuktikan bahwa napasmu mengandung karbon dioksida, dan menjelaskan kenapa adonan roti harus diberi air hangat — bukan air mendidih.
Ayo kita mulai.
Di Bab 2 kamu sudah berkenalan dengan unsur, senyawa, dan campuran. Mari kita segarkan sebentar, karena seluruh isi bab ini berdiri di atas tiga kata itu.
Unsur sendiri dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan sifatnya:
Ingat! Aturan penulisan lambang unsur: huruf pertama selalu kapital, huruf kedua selalu kecil. Ini bukan sekadar soal rapi — Co berarti unsur kobalt, sedangkan CO berarti senyawa karbon monoksida. Salah satu huruf saja, artinya berubah total.
Kalau lambang unsur adalah "hurufnya", maka rumus kimia adalah "katanya".
Cara membacanya sudah kamu pelajari di Bab 2: huruf menyatakan jenis unsur, angka kecil di bawah menyatakan jumlah atomnya. Kalau tidak ada angka, berarti jumlahnya satu.
Perhatikan Ca(OH)₂ — ada tanda kurung. Artinya, kelompok (OH) diambil sebanyak dua kali. Jadi Ca(OH)₂ tersusun dari 1 atom kalsium, 2 atom oksigen, dan 2 atom hidrogen. Zat ini kita kenal sebagai air kapur, dan nanti akan kita pakai untuk percobaan yang menarik.
Campuran ternyata masih bisa dibagi lagi — kali ini berdasarkan ukuran partikel zat yang tercampur.
| Pembanding | Larutan | Koloid | Suspensi |
|---|---|---|---|
| Ukuran partikel | sangat kecil | sedang | besar |
| Penampakan | bening | keruh, tidak mengendap | keruh, mengendap |
| Bila didiamkan | tetap menyatu | tetap menyatu | memisah, mengendap |
| Golongan | homogen | heterogen | heterogen |
| Contoh | air gula, air garam, udara bersih | susu, santan, kabut, asap | air kopi tubruk, air lumpur |
Ingat! Susu terlihat menyatu dan tidak mengendap, tetapi ia bukan larutan melainkan koloid, karena partikelnya masih cukup besar sehingga membuat susu tampak keruh. Larutan selalu bening — walaupun berwarna, seperti sirop.
Sekarang kita masuk ke topik yang paling sering muncul dalam kimia sehari-hari. Semua larutan di sekitarmu bisa digolongkan menjadi tiga: asam, basa, atau netral.
Contoh: asam cuka (CH₃COOH), asam sitrat pada jeruk dan lemon, asam lambung (HCl), asam sulfat (H₂SO₄) pada aki.
Contoh: sabun (NaOH atau KOH), obat maag/antasida (Mg(OH)₂ atau Al(OH)₃), air kapur (Ca(OH)₂).
Larutan garam bersifat netral, nilai pH-nya tepat 7, dan tidak mengubah warna kertas lakmus. Contohnya larutan garam dapur (NaCl).
Ingat! Rasa masam dan pahit memang ciri asam dan basa — tetapi jangan pernah mencicipi bahan kimia untuk mengujinya. Banyak asam dan basa bersifat korosif dan dapat melukai mulut. Gunakan indikator, bukan lidah.
Alat penguji paling sederhana adalah kertas lakmus. Ada dua macam: lakmus merah dan lakmus biru.
| Larutan | Lakmus merah | Lakmus biru |
|---|---|---|
| Asam | tetap merah | menjadi merah |
| Basa | menjadi biru | tetap biru |
| Netral (garam) | tetap merah | tetap biru |
Cara mengingatnya gampang: warna lakmus selalu mengikuti sifat larutannya. Asam itu "merah", basa itu "biru". Jadi asam memerahkan, basa membirukan.
Skala pH memberi ukuran yang lebih halus daripada sekadar "asam" atau "basa":
Kalau di rumah tidak ada kertas lakmus, kamu tetap bisa menguji asam-basa memakai bahan dapur.
| Indikator alami | Dalam larutan asam | Dalam larutan basa |
|---|---|---|
| Ekstrak kunyit | kuning terang | merah kecokelatan |
| Ekstrak kol ungu | merah muda | hijau kekuningan |
| Ekstrak kembang sepatu | merah muda | hijau |
Syarat sebuah bahan bisa dipakai sebagai indikator cuma satu: warnanya harus berbeda ketika berada dalam asam dan dalam basa. Kalau warnanya sama saja, ia tidak berguna sebagai indikator.
Empat larutan diuji dengan kertas lakmus, hasilnya sebagai berikut.
| Larutan | Lakmus merah | Lakmus biru |
|---|---|---|
| P | merah | merah |
| Q | biru | biru |
| R | merah | biru |
Tentukan sifat masing-masing larutan.
Pembahasan:
Langkah 1 — cari yang berubah. Pada P, lakmus biru berubah menjadi merah. Yang memerahkan lakmus biru adalah asam.
Langkah 2 — periksa Q. Lakmus merah berubah menjadi biru. Yang membirukan lakmus merah adalah basa.
Langkah 3 — periksa R. Kedua lakmus tetap pada warna aslinya. Berarti tidak ada yang berubah, sifatnya netral.
Jawaban: P bersifat asam, Q bersifat basa, R bersifat netral.
Apa yang terjadi kalau asam dan basa dicampurkan? Sifat keduanya saling meniadakan.
\text{Asam} + \text{Basa} \to \text{Garam} + \text{Air}
Contoh yang paling sering ditulis:
\text{HCl} + \text{NaOH} \to \text{NaCl} + \text{H}_2\text{O}
Reaksi ini bukan cuma teori. Ketika perutmu terasa perih karena asam lambung berlebih, obat maag bekerja persis begini: obat maag bersifat basa, lalu menetralkan kelebihan asam di lambung. Petani yang tanahnya terlalu asam juga menaburkan kapur untuk menetralkannya.
Nasi, telur, dan minyak goreng kelihatannya cuma "makanan". Tapi ilmuwan bisa membuktikan kandungan gizinya hanya dengan meneteskan zat penguji yang disebut reagen. Prinsipnya sederhana: setiap reagen bereaksi dengan satu jenis zat gizi tertentu, dan reaksi itu ditandai perubahan warna.
Amilum (pati) adalah bentuk karbohidrat yang banyak terdapat pada nasi, kentang, singkong, dan tepung. Untuk mengujinya dipakai larutan Lugol (larutan iodin).
Ingat! Warna cokelat adalah warna asli Lugol. Kalau warnanya tetap cokelat, berarti tidak terjadi apa-apa — hasilnya negatif. Banyak yang tertukar dan mengira "cokelat berarti ada amilum". Yang menandakan amilum adalah perubahan menjadi biru tua.
Protein banyak terdapat pada telur, daging, ikan, susu, dan kacang-kacangan. Reagennya adalah Biuret, yang aslinya berwarna biru.
Glukosa adalah gula sederhana, terdapat pada buah manis dan madu. Reagennya Benedict (atau Fehling), yang aslinya berwarna biru.
Uji lemak tidak memakai perubahan warna, melainkan jejak. Ada dua cara:
Ingat! Noda lemak berbeda dari noda air. Noda air akan menguap dan hilang; noda lemak tetap tinggal dan tembus pandang. Jadi tunggu sampai kertasnya kering sebelum menyimpulkan.
| Zat gizi | Reagen | Warna awal | Hasil positif |
|---|---|---|---|
| Amilum | Lugol | cokelat | biru tua kehitaman |
| Protein | Biuret | biru | ungu |
| Glukosa | Benedict | biru | merah bata |
| Lemak | kertas buram / alkohol + akuades | — | noda transparan / berembun |
Di olimpiade, uji makanan hampir selalu disajikan sebagai tabel berisi beberapa bahan yang diuji dengan beberapa reagen sekaligus. Kelihatannya rumit, padahal caranya cuma satu: kerjakan kolom demi kolom.
Langkah membacanya:
Pada praktikum uji makanan diperoleh data berikut.
| Bahan | Lugol | Alkohol + akuades | Biuret |
|---|---|---|---|
| A | cokelat | tidak berembun | ungu |
| B | cokelat | berembun | biru |
| C | biru tua | tidak berembun | biru |
Susunlah kesimpulan untuk bahan A, B, dan C.
Pembahasan:
Langkah 1 — kolom Lugol. Warna asli Lugol cokelat. A dan B tetap cokelat, berarti keduanya tidak mengandung amilum. C berubah menjadi biru tua, berarti C mengandung amilum.
Langkah 2 — kolom alkohol + akuades. Hasil positif ditandai munculnya embun. Hanya B yang berembun, jadi B mengandung lemak.
Langkah 3 — kolom Biuret. Warna asli Biuret biru. Hanya A yang berubah menjadi ungu, jadi A mengandung protein.
Langkah 4 — gabungkan. Tiap bahan sudah punya satu hasil positif dan tidak saling bertentangan.
Jawaban: A mengandung protein (Biuret menjadi ungu); B mengandung lemak (uji alkohol + akuades berembun); C mengandung amilum (Lugol menjadi biru tua).
Ingat! Jebakan pada soal seperti ini hampir selalu sama: pilihan jawaban menyebut "mengandung amilum karena Lugol tetap cokelat". Itu terbalik. Tetap berarti tidak bereaksi, dan tidak bereaksi berarti hasilnya negatif.
Kamu tahu bahwa napas yang kita embuskan mengandung karbon dioksida. Tapi bagaimana membuktikannya? Gas itu tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak berwarna.
Jawabannya: pakai air kapur, yaitu larutan kalsium hidroksida Ca(OH)₂.
Caranya: siapkan gelas berisi air kapur yang jernih, lalu tiup perlahan melalui selang plastik. Setelah beberapa embusan, air kapur menjadi keruh.
Kekeruhan itu bukan sihir. Ia adalah endapan yang terbentuk dari reaksi berikut:
\text{CO}_2 + \text{Ca(OH)}_2 \to \text{CaCO}_3 \downarrow + \text{H}_2\text{O}
Zat CaCO₃ adalah kalsium karbonat, berupa butiran padat yang tidak larut. Butiran halus inilah yang melayang di dalam air dan membuatnya tampak keruh seperti susu.
Periksa juga kesetaraan reaksinya — jumlah tiap jenis atom harus sama di kiri dan kanan:
Tiga reaksi ini adalah reaksi kimia paling penting di muka bumi, karena dari ketiganya semua makhluk hidup memperoleh makanan dan energi. Bagian ini sering keluar di olimpiade dengan bentuk soal yang sama: mana yang dibutuhkan, mana yang dihasilkan?
Fotosintesis adalah proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.
Respirasi adalah proses membongkar makanan untuk memperoleh energi. Semua makhluk hidup melakukannya — termasuk tumbuhan, siang maupun malam.
Fermentasi adalah cara mikroorganisme memperoleh energi tanpa oksigen.
Ingat! Jebakan paling sering pada soal ini adalah menukar yang dibutuhkan dengan yang dihasilkan. Fotosintesis menghasilkan glukosa dan oksigen — jadi keduanya tidak mungkin menjadi bahan yang dibutuhkan. Kalau bingung, pegang satu kalimat ini: tumbuhan menghirup CO₂ dan melepas O₂; kita menghirup O₂ dan melepas CO₂.
Sebuah persamaan reaksi kimia sebenarnya adalah kalimat yang sangat ringkas. Bagian di sebelah kiri tanda panah disebut reaktan atau pereaksi — yaitu zat yang dibutuhkan dan habis terpakai. Bagian di sebelah kanan disebut produk atau hasil reaksi.
Perhatikan tiga reaksi paling penting dalam bab ini dan bandingkan reaktannya.
Fotosintesis membutuhkan tiga hal: karbon dioksida, air, dan cahaya matahari (dengan klorofil sebagai syarat). Produknya glukosa dan oksigen.
Respirasi membutuhkan dua hal: glukosa dan oksigen. Produknya karbon dioksida, air, dan energi.
Fermentasi hanya membutuhkan satu hal: glukosa — sebab ia berlangsung tanpa oksigen. Produknya alkohol atau asam, karbon dioksida, dan sedikit energi.
Dari perbandingan itu terlihat bahwa respirasi adalah kebalikan fotosintesis, sedangkan fermentasi adalah jalan pintas yang dipakai ketika oksigen tidak tersedia.
Angka kecil di bawah lambang unsur menunjukkan jumlah atom dalam satu molekul. Jadi H_2O berarti satu molekul air tersusun dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, sedangkan O_2 adalah molekul oksigen yang tersusun dari dua atom oksigen sejenis.
Angka besar di depan rumus menunjukkan jumlah molekulnya. Jadi 6\,H_2O berarti enam molekul air.
Sekarang kita lihat fermentasi bekerja dengan mata kepala sendiri. Percobaannya sederhana dan sering dipakai di soal olimpiade.
Susunannya: ragi dicampur dengan cairan bergula (misalnya sari apel) di dalam wadah tertutup. Dari wadah itu keluar pipa atau pipet plastik yang ujungnya dicelupkan ke dalam gelas berisi air. Setelah beberapa saat, gelembung gas keluar dari ujung pipet.
Gelembung itu adalah karbon dioksida (CO₂) — bukan oksigen, bukan nitrogen, dan bukan uap air.
Alasannya bisa kamu turunkan dari persamaan fermentasi: ragi memecah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida. Oksigen tidak mungkin, karena hanya fotosintesis yang menghasilkan oksigen dan di sini tidak ada tumbuhan hijau maupun cahaya.
Kalau ragi diperbanyak — selama gula dan suhunya masih mencukupi — jumlah sel yang bekerja bertambah, sehingga laju gelembung meningkat.
Ingat! Perhatikan syarat "selama gula masih mencukupi". Kalau gulanya habis, menambah ragi tidak ada gunanya lagi. Dalam soal olimpiade, syarat semacam ini sering ditulis kecil-kecil tetapi menentukan jawaban.
Kalau kamu pernah membantu ibu membuat roti, kamu mungkin diminta melarutkan ragi dengan air hangat — bukan air dingin, dan bukan air mendidih. Ternyata ada alasan ilmiahnya.
Bacalah grafik itu dari kiri ke kanan:
Sekarang pertanyaan tentang roti tadi terjawab: air hangat dipakai karena suhunya mendekati rentang kerja terbaik ragi, sehingga karbon dioksida dihasilkan cepat dan adonan mengembang bagus.
Ingat! Air mendidih justru mematikan ragi sehingga adonan tidak akan mengembang sama sekali. Jawaban "makin panas makin baik" adalah jebakan — pada reaksi yang melibatkan makhluk hidup atau enzim, selalu ada suhu optimum, bukan makin tinggi makin bagus.
Grafik menunjukkan pengaruh suhu terhadap jumlah karbon dioksida yang dihasilkan sel ragi. (a) Jelaskan pengaruh suhu terhadap produksi karbon dioksida. (b) Gunakan grafik itu untuk menjelaskan mengapa adonan roti dibuat dengan air hangat.
Pembahasan:
Bagian (a). Produksi karbon dioksida meningkat seiring naiknya suhu sampai mencapai daerah optimum sekitar 30–45 °C. Setelah melewati daerah itu, produksinya menurun tajam karena enzim ragi rusak akibat panas berlebih.
Bagian (b). Air hangat menempatkan adonan pada rentang suhu optimum tersebut. Fermentasi berlangsung cepat, karbon dioksida banyak dihasilkan, dan adonan mengembang dengan baik. Air dingin membuat prosesnya terlalu lambat; air mendidih mematikan raginya.
Jawaban: Produksi CO₂ naik sampai suhu optimum 30–45 °C lalu menurun tajam pada suhu tinggi; air hangat dipakai karena mendekati suhu optimum itu.
Ingat! Tumbuhan berespirasi sepanjang waktu, bukan hanya malam hari. Yang hanya terjadi saat ada cahaya adalah fotosintesis.
Fermentasi bukan cuma percobaan di laboratorium. Banyak makanan kesukaanmu justru lahir dari proses ini.
| Produk | Mikroorganisme | Golongan | Bahan dasar |
|---|---|---|---|
| Tempe | Rhizopus oryzae | jamur | kedelai |
| Tape | Saccharomyces | jamur (ragi) | singkong atau ketan |
| Yoghurt | Lactobacillus | bakteri | susu |
| Nata de coco | Acetobacter xylinum | bakteri | air kelapa |
| Roti | Saccharomyces cerevisiae | jamur (ragi) | adonan tepung |
Ingat! Acetobacter xylinum pembuat nata de coco adalah bakteri, bukan jamur. Bakteri ini membentuk lapisan selulosa tebal di permukaan air kelapa bergula — lapisan kenyal itulah yang kita makan sebagai nata de coco.
Nama produknya sendiri sudah memberi petunjuk bahan dasarnya: "de coco" berarti dari kelapa.
Tumbuhan juga butuh "makanan" berupa zat kimia dari tanah. Zat-zat itu disebut unsur hara, dan tiga di antaranya paling banyak diperlukan.
Guano adalah pupuk alami yang berasal dari timbunan kotoran burung laut atau kelelawar yang menumpuk bertahun-tahun, biasanya di dalam gua atau di pulau karang.
Guano terkenal karena kaya senyawa fosfat, sehingga menjadi sumber unsur fosfor (P) yang sangat baik bagi tumbuhan. Karena fosfor berperan pada akar, bunga, dan buah, guano banyak dipakai untuk tanaman buah.
Zat aditif adalah zat yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk tujuan tertentu.
| Jenis | Alami | Sintetis (buatan) |
|---|---|---|
| Pewarna | kunyit, daun suji, karamel, wortel | tartrazin, sunset yellow |
| Pemanis | gula pasir (sukrosa), gula aren | sakarin, siklamat, aspartam, sorbitol |
| Pengawet | garam dapur, gula berkadar tinggi | natrium benzoat, asam propionat |
| Penyedap | bawang, garam, rempah | MSG (monosodium glutamat) |
Ciri makanan yang patut dicurigai: warnanya terlalu menyala dan merata sampai ke bagian dalam, teksturnya terlalu kenyal, atau tidak basi walaupun sudah berhari-hari di suhu ruang.
Ingat! "Alami" tidak otomatis berarti aman, dan "sintetis" tidak otomatis berarti berbahaya. Gula berlebihan pun merugikan, sedangkan natrium benzoat dalam takaran yang diizinkan aman dipakai. Yang menentukan adalah jenis dan takarannya, serta izin edar dari pemerintah.
Dua kata ini sangat mirip tetapi artinya jauh berbeda, dan soal olimpiade suka memanfaatkan kemiripannya.
Contoh zat adiktif, dari yang paling ringan:
| Zat | Terdapat pada | Keterangan |
|---|---|---|
| Kafein | kopi, teh, cokelat | ringan, tetapi berlebihan tetap mengganggu tidur |
| Nikotin | rokok | merusak paru-paru dan jantung |
| Alkohol | minuman keras | merusak hati dan otak |
| Narkotika | dilarang keras oleh undang-undang | sangat berbahaya, merusak saraf dan masa depan |
Semuanya punya pola yang sama: sekali tubuh terbiasa, ia akan menuntut lagi, dan takarannya cenderung terus bertambah. Karena itu cara paling aman menghindarinya sangat sederhana — jangan pernah mencoba yang pertama kali.
| Sifat | Asam | Basa | Garam |
|---|---|---|---|
| Rasa | masam | pahit, licin | asin/netral |
| pH | kurang dari 7 | lebih dari 7 | 7 |
| Ion yang dilepas | H⁺ | OH⁻ | — |
| Lakmus biru | menjadi merah | tetap biru | tetap biru |
| Lakmus merah | tetap merah | menjadi biru | tetap merah |
Selamat, kamu sudah menyelesaikan bab ketiga!
Kalau Bab 2 mengajakmu melihat partikel, bab ini mengajakmu melihat perubahan. Dan hampir semua yang kamu pelajari tadi berpusat pada satu keterampilan yang sama: membaca tanda.
Semua tanda itu punya satu syarat penting untuk dibaca dengan benar: kamu harus tahu keadaan awalnya. Lugol memang cokelat sejak semula, Biuret memang biru sejak semula. Tanpa mengetahui warna awal, kamu tidak bisa tahu apakah sesuatu benar-benar berubah. Inilah sebabnya soal uji makanan begitu sering menjebak.
Satu lagi yang perlu kamu bawa: reaksi yang melibatkan makhluk hidup selalu punya batas. Ragi bekerja paling baik pada suhu tertentu, bukan pada suhu setinggi-tingginya. Pola "ada titik terbaik, lalu menurun" ini akan muncul lagi di banyak bab berikutnya.
Di Bab 4 kita akan membahas Suhu dan Kalor secara khusus — apa sebenarnya panas itu, bagaimana ia berpindah, dan mengapa air memerlukan begitu banyak kalor untuk mendidih.
Sampai jumpa di sana!